Kamis, 20 November 2008

Jalan Buntu


Sudah tercium aromanya... khas aroma airmata itu
Kuhitung 1 2 3 4 . . . sebanyak jari-jariku
Sebanyak itulah kepergianmu yang tinggal menghitung hari
Sungguh tercekat nafasku saat mendengar kalimat yang kau ucapkan ba'da Ashar itu
" Maaf sayangku . . . mungkin minggu depan aku akan berangkat ke Manado "
Aku hampir pingsan saat mendengarnya
Muncul berbagai pertanyaan yang tak ingin kuingkari adanya
Aku harus bagaimana ?
Mengapa sejauh itu ?
Mengapa mereka tega memisahkan aku darimu ?
Bagaimana nanti jika kau ada di sana ?
Astaghfirullah . . .
Astaghfirullah . . . Astaghfirullah . . .
Inikah jalan berbatu yang harus kita lalui ?

Tidak ada komentar: